Sabtu, 19 November 2016

Wejangan Sunan Kali Jaga Tentang Cangkul

Dalam menuntut ilmu, seseorang dituntut untuk menggunakan fikirannya untuk membaca dan memahami apa-apa yang ada di sekelilingnya. Ketika seseorang  berguru pada arifbillah dalam hal ilmu rasa, maka dia harus 'menggerakkan' otaknya untuk memahami apa yang ada di alam semesta ini. 

KI Ageng Sela/Selo si Penangkap Petir
Ki Ageng Sela yang terkenal namanya lantaran mampu menangkap petir pun pernah berguru pada Kanjeng Sunan Kalijaga. Salah satu wejangan dari Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng Sela adalah tentang Pacul atau cangkul. Ketika itu Kanjeng Sunan Kalijaga menyuruh Ki Ageng Sela untuk 'membaca' hakikat Pacul.

Hakikat Sebuah Cangkul
Pacul atau cangkul adalah adalah salah satu alat pertanian. Para petani menggunakannya untuk menggembur tanah pertanian. Fungsinya memang sederhana, Pacul. Tapi makna yang terkandung di dalamnya sangatlah tinggi.
Dari wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng Sela, Pacul atau cangkul itu terdiri dari 3 bahagian. Ketiga bagian tersebut adalah: Pacul iaitu bahagian yang tajam dan utama, Bawak iaitu lubang yg menjadi hubungan dan ikatan dengan Doran iaitu batang cangkul itu sendiri sebagai pemegangnya.
Menurut wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga, sebuah pacul yang lengkap, tidak akan dapat berdiri sendiri-sendiri. Ketiga bagian tersebut harus bersatu untuk dapat digunakan oleh petani. Apa sebenarnya hakikat dari Pacul, Bawak dan Doran itu?

* Pacul bermaksud memiliki ngipatake barang kang muncul.
Ertinya, menyingkirkan bahagian yang tidak rata dan tidak diperlukan. Dalam hubungannya dengan hakikat, manusia haruslah berbuat baik dengan menyingkirkan sifat-sifat yang tidak rata, seperti ego yang berlebihan, cepat marah, mahu menang sendiri dan sifat-sifat keji kita lainnya yang dikatakan 'tidak rata'.
* Bawak bermaksud memiliki obahing awak.
Erti obahing awak adalah gerak tubuh. Maksudnya, kita manusia hidup ini diwajibkan untuk berikhtiar mencari rezeki guna memenuhi keperluan hidup. Di samping itu, erti ikhtiar tersebut juga bukan hanya bererti mencari rezeki semata, tetapi juga ikhtiar untuk senantiasa manembah GUSTI ALLAH tan kendhat Rino Kelawan Wengi iaitu beribadah kepada Allah siang dan malam.
* Doran bermaksud memiliki  Dongo marang Pengeran ada juga yang mengertikan Ojo Adoh Marang Pengeran adalah doa yang dipanjatkan pada Allah. Pengeran berasal dari kata GUSTI ALLAH kang dingengeri (GUSTI ALLAH yang diikuti). Sedangkan Ojo Adoh Marang Pengeran memiliki erti janganlah kita manusia ini menjauhi GUSTI ALLAH. Manusia harus senantiasa wajib ingat dan menyembah GUSTI ALLAH, bukan menyembah yang lain atau tidak solat lagi.
Ketiga bagian Pacul tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan. Kalau digabung, maka ketiganya memiliki erti, manusia hendaknya mampu menyingkirkan sifat-sifat buruknya, berikhtiar untuk mencari rezeki GUSTI ALLAH dan tidak melupakan untuk selalu berdoa dan menyembah GUSTI ALLAH. 

Terbuktilah pacul memiliki hakikat yang cukup tinggi.

Jadi renungkan semua perkara, fenomena, kejadian dan sebagainya utk mendapat rasa memahami hakikat yang mengerlip di alam nan tinggi.

Ilmu Petir Ki Ageng Sela...siap ada keberanian utk menguasainya dan sifatnya multifungsi jika berminat hubungi Ust Ali.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Ibu Duit Inti Karomah